Pelacur Politik dan He he he by Tandi Skober
Sejujurnya, awal membeli buku ini karena membaca sinopsis di halaman belakang novel ini. Terlihat banyak kata kiasan yang cukup berani dan vulgar.Tentu saja saya tertarik karena penggunaan kata kiasan yang berbeda. Akhirnya saya beli dan bawa pulang...
"Matahari menari di gemerlap emas Monas Manise. Konon, itu simbol bola mata Indonesia. Dari runcing kuning yang menancap di langit-langit pucat Jakarta, banyak cerita terlahir dari lelehan ejakulasinya. Tiap kali, gemuruh rangkaian gerbong sepur memecah ruang mangmug sekitar Monas; selalu saja ada firasat terselip didalamnya " Siapa lagi yang akan menari di belantara politik Indonesia?
Mega mendung memang selalu memayungi Istana Negara. Selalu bermula dari ejakulasi emas Monas Manise. Seperti pagi ini, ketika mega gagap menyergap Jakarta, lihatlah awan mendung itu bergerak memutari ribuan hari yang tidak pernah dicatat dalah album sejarah Indonesia. Awan mendung itu menjadi miliaran tetesan lendir yang jatuh satu demi satu. Jakarta menampungnya dalam mangkuk porselin halus. Dihidangkannya diatas zikir di suatu perkampungan kumuh, pedih, dan menyakitkan.
Siapa yang mencuri mimpi Indonesia, ketika Jakarta menjadi air mata yang mati rasa?Adakah itu ucapan aneh Sumi....
etc"
Mega mendung memang selalu memayungi Istana Negara. Selalu bermula dari ejakulasi emas Monas Manise. Seperti pagi ini, ketika mega gagap menyergap Jakarta, lihatlah awan mendung itu bergerak memutari ribuan hari yang tidak pernah dicatat dalah album sejarah Indonesia. Awan mendung itu menjadi miliaran tetesan lendir yang jatuh satu demi satu. Jakarta menampungnya dalam mangkuk porselin halus. Dihidangkannya diatas zikir di suatu perkampungan kumuh, pedih, dan menyakitkan.
Siapa yang mencuri mimpi Indonesia, ketika Jakarta menjadi air mata yang mati rasa?Adakah itu ucapan aneh Sumi....
etc"
Waktu yang saya butuhkan untuk membaca novel ini lebih dari 4 hari padahal gak tebel-tebel amat..tapi mungkin saya sedikit bosen. Di akhir-akhir buku saya baca agak cepat-cepat malah..supaya lebih ke arah jalan cerita...Ini hanya opini saya pribadi.
Menurut saya, novel ini sebenarnya jalan ceritanya bagus, kocak dan gak biasa...karena menceritakan tentang pelacuran dan politik yang di campur aduk jadi satu...bingung kan!?!?...Nah itulah uniknya cerita buku ini...Banyak banget penggunaan bahasa jawa atau mungkin bahasa daerah yang saya gak paham sama sekali...(beberapa diartikan dan beberapa tidak)...kemudian yang nyebelin di buku ini adalah ada sebagian cerita yang hilang dan diganti cerita yang lain..kayaknya editornya ngantuk. Tapi dibagian yang terpotong adalah yang terpenting ketika Sumi dan Prana bertemu (tokoh utama cerita ini). Huh...saya sempat bingung banget eh pas dilihat-lihat diatas buku ternyata halaman dengan judul yang berbeda terselip di buku ini...huh!Saya sampai email ke penerbit supaya tidak mengecewakan pembaca lainnya.
Di dalam buku ini...penggunaan kata-kata vulgar sangat banyak...seharusnya dikasih batasan umur misalnya 18+ untuk buku ini. Memang saya akui dari judulnya saja sudah tentang pelacuran...jadinya ya gak jauh-jauh dari istilah penggunaan kata seputar pelacuran, sex, alat kelamin, dst....dengan bahasa yang luar bisa apa adanya ha ha ha..
Oke kembali lagi ke cerita...
Buku ini menceritakan tentang Tokoh Utama bernama Sumi yang hidup dilingkungan kehidupan miskin dan kumuh di dekat kali asat, Cimanuk. Sumi merupakan seorang "Tlembuk" atau Pelacur disana. Beberapa bagian dari buku ini cukup kocak. Walaupun Sumi adalah seorang pelacur dia sangat jujur dan polos. Yang menyedihkan disini adalah tentang kebodohan masyarakat, kemiskinan yang menyedihkan dan pandangan tentang agama, norma sosial yang terlalu sederhana sehingga campur aduk dan membuat interpretasi yang salah tanpa mereka tahu. Intinya mereka sangat berpikiran simpel jadi tidak tahu yang benar dan salah akibat pendidikan yang kurang. Saya tahu ini cerita fiksi tetapi untuk mendeskripisikan kehidupan masyarakat dan ajaran-ajaran yang ada disana apakah ini benar-benar terjadi di Cimanuk ini?. Kalau benar kondisinya seperti ini, maka sangat menyedihkan sekali.
Lain lagi di buku ini diceritakan tentang pertaruhan antara 2 orang berpengaruh di Negri ini, awal pertaruhan kecil-kecilan sampai akhirnya sampai ke pertaruhan politik untuk pemilihan presiden...beberapa nama seperti Amin Rais, SBY dan tokoh politik lainnya dimasukkan disini...yah..supaya lebih greget aja kayaknya hahaha....Trus yang akhirnya karena suatu proses dan cerita yang panjang akan melibatkan Sumi dalam pertaruhan ini.
Terdapat juga kisah percintaan yang rumit dan kocak antara Prana (Tokoh utama laki-laki) dan Sumi..sedikit romantis dan bikin greget.
Dibuku ini juga diceritakan tentang jaringan prostitusi tersembunyi di negri ini yang melibatkan banyak tokoh-tokoh besar dan artis-artis yang namanya ya memang gak disamakan..saya juga gak tau apakah ini fiksi atau nyata untuk penginspirasian cerita bagian yang ini.
Sebenarnya cerita ini cukup menarik dan menghibur sih...tapi bagian ending sedikit dipaksakan rasanya ha ha ha....
So, penasaran.....baca dan beli bukunya...!


Comments
Post a Comment